| PILPRES 2009:Mulyana: 9 Faktor Penghambat Pilpres Satu Putaran |
|
|
|
| Written by Umum | |
| Friday, 26 June 2009 | |
|
Jakarta - Pro kontra pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 satu putaran terus digulirkan berbagai kalangan. Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mulyana W Kusuma menilai hal itu sulit dilakukan mengingat ada sembilan faktor yang menghambat pilpres selesai satu putaran.
"Di antaranya hasil pileg yang memperlihatkan syarat penyebaran perolehan suara PD belum mendekati syarat yang ditentukan Pasal 159 ayat (1) UU No 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wapres," kata Mulyana dalam diskusi publik 'Pilpres Satu Putaran Antara Urgensi dan Problematika' di Hotel Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2009). Faktor kedua, lanjut Mulyana yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif 7 (Seven) Strategic Studies (7SS) ini, kemungkinan pengaruh disintegrasi parpol koalisi yang pendukung SBY-Boediono. Terakhir kasus kritikan terhadap Fox Indonesia dari kelompok pendukung lain yakni Relawan SBY. "Faktor Ketiga, menyangkut gencarnya gerakan "kontrak pencitraan" SBY-Boediono,baik terbuka atau melalui kampanye negatif. Faktor keempat, adanya proses hukum pidana terhadap beberapa anggota KPU di daerah yang mempunyai efek penjeraan," paparnya. Faktor Kelima, menyangkut kecederungan adanya kerjasama kubu pasangan Mega-Prabowo serta JK-Wiranto yang berusaha maksimal mencegah terjadinya pilpres satu putaran. Faktor keenam, elektabilitas Boediono yang diniai masih rendah. Faktor Ketujuh menyangkut volatilitas, sikap yang dapat berubah dari pemilih, terutama kalangan pemilih pemula dan Swinging voters yang diperkirakan mencapai sekitar 40 persen. "Faktor kedelapan, berkurangnya intensitas kegiatan program-program pro kerakyatan menjelang pilpres sedikit banyak dapat berpengaruh terhadap segmen pemilih tertentu. Terakhir, faktor kesembilan adanya dugaan rekayasa DPT dalam Pilpres satu putaran, surat suara palsu yang akan berdampak negatif dalam pemenangan SBY-Boediono," tuturnya. Menurut Mulyana, SBY-Boediono dan timnya memiliki waktu singkat selama dua pekan ini untuk mengubah sembilan faktor ini agar target satu putaran terjadi. Tapi target ini pun tak akan terwujud bila pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto menjalankan stretgi pemenangan pilpres secara tepat. |
| < Prev | Next > |
|---|
| Kubu Teuku Umar |
| Kubu SBY |
| Kubu GOLKAR |
AnooX Community link |
| Website Monitoring by InternetSeer |
| Local UK |
| Resources |
| Free Link Exchange |
| My Election Links |
| Add Url |
| Links-PEMILU |
| Prediksi hasil PEMILU 2009 |
| DPT Ganda-Siapakah yang diuntungkan? |
| Bagaimana PEMILU 2009 di Luar Negeri? |
| Kampanye partai yang gak karuan |
| Personality Capres |
| Koleris |
| Melankolis |
| Phlegmatis |
| Sanguinis |
| GOLKAR |
| PAN |
| PKPB |
| GERINDRA |
| Semua Tokoh |
JK-Wiranto |
MEGA-PRO |
SBY-Boediono |
Mantan Presiden PKS itu siap menjadi juru kampanye calon yang diusung PDIP itu
Empat pasangan dicalonkan partai, dua pasangan maju secara independen
Mantan Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede dicoret KPU sebagai calon Walikota Medan
Udara sejuk Bogor berganti panas. Di lapangan terbuka itu puluhan kader Golkar bersiap.
Mereka terlihat membaur dengan peserta lain yang juga banyak dari daerah.