Skip to content

The Indonesian  Election | PEMILU PILPRES PRESIDEN 2009 The Indonesian  Election | PEMILU PILPRES PRESIDEN 2009

You are here: Home
PEMILU PLPRES 2009:Tim Kampanye Capres Bertemu Agar Tahu Sama Tahu PDF Print E-mail
Written by Umum   
Wednesday, 27 May 2009
JAKARTA - Ketua Tim Nasional Kampanye SBY-Boediono, Hatta Rajasa mengajak bertemu elite tim kampanye nasional Mega-Prabowo dan JK- Wiranto untuk duduk bersama dan membicarakan cara-cara kampanye yang mendidik.
Menurut Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) Daniel Zuhron, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk  menyamakan persepsi di antara tim kampanye agar tidak melakukan hal-hal yang melewati batas kepatutan.

"Ketiganya punya potensi untuk mengerahkan kekuatan masing-masing. Mereka punya kelibihan dan kekurangan. Kelebihan ini bisa jadi daya penghacur. Andai kata mereka melupakan sisi kepentingan rakyat, maka yang terjadi adalah pertarungan sengit di antara mereke sendiri," papar Daniel kepada okezone, Rabu (27/5/2009).

Menurut dia, calon incumbent dan calon yang berlatar belakang militer meski sudah tidak aktif, berpeluang besar dalam menggunakan fasilitas negara demi kepentingan kampanye, serta pengerahan massa TNI untuk mendukung pencalonannya walaupun kerap dibantah.   

Terkait masalah ini, kata  Daniel, ketiganya harus membicarakannya sehingga tidak saling-menyerang tapi memahami kondisi masing-masing.

"Yah, tahu sama tahulah, sehingga yang muncul ke publik adalah kesan baik. Bagaimanapun mereka kan berteman, pernah ada dalam satu kabinet dan satu komando. Jadi tidak saling menghancurkan," kata dia.
 
< Prev   Next >
 

Bangun backlink cepat
Hanya dalam satu sentuhan tombol, dapatkan 243 links dan cepat diindex Google

Make money online
Bangun bisnis online anda, dengan mesin pembuat 100+ artikel Unique dan di submit otomatis ke 200 lebih host articles. Tingkatkan trafik menjadi 5000 kunjungan unque IP per hari


  • Dan L/C itu juga diperdagangkan di luar negeri.

  • Kedua lembaga itu akan segera berkoordinasi untuk menindaklanjuti rekomendasi DPR.

  • Gayus menduga ada tiga alasan pengajuan mosi ini, salah satunya terkait Pansus Century.

  • Padahal, BK menganut sistem kepemimpian kolektif kolegial.

  • "Yang menjadi pertanyaan dan perlu dijawab adalah tidak percaya dalam hal apa".